elix aje

Dewasa ini bahaya penggunaan narkoba semakin merajalela dan meningkat tingkat peredarannya. Semakin dewasa kita semakin banyak godaan yang harus kita hadapi.Kita harus pandai-pandai memilih temen dalam pergaulan.Teman sangat berpengaruh besar dalam pergaulan,disekitar lingkungan kita juga harus berhati-hati karena bisa saja di jadikan tempat peredaran narkoba.Pengedar narkoba tidak akan memilah- milah tempat untuk dijadikan peredaran narkoba. Tempat- tempat pendidikan seperti Sekolahan, Universitas dan lainnya juga tidak luput dijadikan ajang transaksi peredaran narkoba.Berbagai jenis pil neraka dapat diperoleh dengan mudah di tempat –tempat tertentu. Tempat nongkrong atau tempat- tempat seperti kafe- kafe sangat rawan terhadap peredaran barang terlarang ini. Begitu mudahnya barang ini didapatkan, bahkan peredarannya pun bisa dikendalikan dari dalam lembaga pemasarakatan (LP).
Orang –orang dengan fikiran yang sangat kerdil akan dengan mudah tergoda dan mencoba memakai narkoba. Mereka tidak berfikir panjang dan mempedulikan akibat serta bahayanya sehingga tidak bisa mengendalikan diri untuk tidak mencoba pil neraka itu. Berawal dari rasa keingintahuan yang besar, dorongan yang tinggi untuk mencoba dan lingkungan yang mendukung akan mempercepat seseorang terjerumus dan ikut mengkonsumsi pil tersebut. Dengan mengkonsumsi NAPZA ( narkotika, alkohol, psikotropika dan zat adiktif ) kita seperti memiliki tiket untuk menuju pintu kematian. Penguna narkoba bila kecanduan akan bersedia melakukan apapun untuk mendapatkannya. walaupun dengan keadaan ekonomi yang pas- pasan bahkan bisa dikatakan serba kekurangan. Jika NARKOBA sudah mempengaruhi pikiran seseorang, tindak kejahatan pun akan dilakukan demi mendapatkan barang itu. Namun seorang pemakai narkoba yang memakai NARKOBA secara berlebihan bisa mengakibatkan OD (Over Dosis ) bahkan nyawa bisa melayang. Ciri- ciri secara umum biasanya badan kejang-kejang dan mengeluarkan busa dari dalam mulutnya, badan terasa dingin dan keringat dingin keluar. Kalau pemakai sudah mengalami kejadian seperti itu, tidak ada lagi yang bisa harapkan. Mungkin untuk alternatif sementara/ pertolongan pertama bisa diberikan air kelapa muda hijau.
Bahaya narkoba tentu saja sudah mendarah daging dalam lingkungan umum. Mulai dari merusak saraf, menimbulkan anxeity(kecemasan), HIV/AIDS, hingga kematian. Barang haram ini sungguh menjadi fenomena yang membooming. Apa lagi korban yang dituju adalah generasi muda seperti kita. Tetapi pada dasarnya yang perlu untuk diberantas adalah akar dari proses pendistribusian barang haram ini, yaitu pengedar narkoba. Apalagi yang namanya Bede (bandar Gede).
Entah apa yang diharapkan dari barang tersebut, padahal dalam kenyataannya hanya ada 3 jalan pada akhirnya;
1. MATI
Bisa juga pengguna narkoba mati karena od(over dosis)maksudnya si pemakai kelebihan dalam takaran pemekaian, atau mati karena dipukuli/dikroyok massa, pemakai biasanya pikiranya tidak terkontrol dan cenderung mudah emosi bahkan dengan teman sendiri sesama pemakai bisa bertengkar dan tak jarang senjata tajam ikut berbicara, bahkan ada pula yang terjepit ekonomi yang kurang dan ingin untuk mengkonsumsi barang haram itu, mereka melakukan tindakan kriminal untuk mendapatkan uang dan membeli barang-barang haram tersebut.

2. TERALI BESI
Para pecandu ini tidak sadar kalau polisi selalu berusaha menangkap para pemakai dan pengedar barang-barang haram sampai keakar-akarnnya dan memberi hukuman seberat-beratnya sesuai dengan undang-undang yang berlaku dinegara kita cintai.

3. REHABILITASI
Adalah satu-satunya akhir yang baik untuk pengobatan seorang pecandu narkoba yang merupakan pemakai kelas tinggi dan disinilah tempat yang layak bagi mereka untuk memulai hidup yang baru atau membuka lembaran baru.
Untuk penyembuhan para pemakai narkoba di indonesia sudah terdapat tempat-tempat terapi penyembuhan di antaranya :
o Rumah Sakit
Pecandu narkoba bisa dibawa kerumah sakit untuk dihilangkan zat-zat beracun yang ada didalam tubuh dan juga harus rutin melakukan terapi setiap minggunya.
o Rehabilitasi Religius
Masyarakat muslim yang menjadi pecandu biasa, yang dalam arti belum terlalu banyak mengkonsumsi narkoba bisa terapi melalui pondok-pondok pesantren agar lebih mendekatkan diri pada Allah SWT dan dijauhkan pada keinginan untuk memakai narkoba, bahkan pada pondok pesantren didaerah Jawa Tengah telah menyediakan terapi khusus bagi pengguna narkoba, mereka menyediakan tiga kamar kecil khusus berukuran 1x1 meter yang mereka beri nama terapi ” Sauna Ikan ”. Para pecandu dimasukkan didalam kamar selama satu jam dan diberi aroma dari uap minyak ikan yang didapat dari pengeringan ikan segar yang baru didapat dari laut dan langsung dijemur dibawah terik sinar matahari, ikan yang digunakan biasanya adalah ikan jenis ikan koi.
o Rehabilitasi sistem Therapeutic Community.
Terapi ini juga bisa disebut sharring dengan mantan pengguna narkoba. Saat ini sudah ada ikatan atau organisasi para mantan pengguna narkoba. Bisa juga dikatakan program penyadaran diri. Kemudian diikuti program after care diantaranya:

§ Pengembangan Diri
Maksudnya adalah penanaman rasa percaya diri yang mungkin sempat hilang dari para mantan pecandu. Untuk kembali ke masyarakat. Serta pengarahan untuk menemukan bakat pribadi seseorang dan diarahkan untuk mengembangkan bakat yang dimiliki menjadi ketrampilan untuk menyiapkan diri kembali ke masyarakat. Proses sublimasi (pemindahan) juga dapat di aplikasikan dalam proses pengembangan diri. Misalnya, mengganti ketergantungan narkoba menjadi ketergantungan terhadap bidang lain yang bersifat positif. Contohnya dalam bidang seni, budaya, dan lain-lain. (albert bandura).

§ Education
Adalah pendidikan tentang segala yang berhubungan dengan Narkotika dan Obat- obatan terlarang. Hal- hal yang akan terjadi jika kita mengkonsumsinya dan kerugian yang akan kita dapat dalam penggunaannya.
§ Cegah
Bisa juga dikatakan sebagai tindakan pencegahan. Hal itu dimaksudkan untuk mencegah penggunaan narkoba secara berlebihan dan antisipasi penyebaran narkoba kepada pihak lain yang belum pernah mengkonsumsinya.
§ Vitamin
Pengarahan tentang nutrisi dan zat-zat lain yang dibutuhkan oleh tubuh dan resiko ketika para pemakai narkoba kekurangan vitamin dan zat lain karena larut dalam darah yang telah bercampur dengan narkoba.

Pengembangan kepribadian juga sangat dibutuhkan untuk menjauhkan individu dari ketertarikan terhadap narkoba. Mulai dari masa pra remaja sampai remaja, orang tua harus memberikan pengarahan tentang bahaya dari narkoba. Melalui modeling pemakai narkoba dapat memperoleh tingkah laku baru hal ini memungkinkan adanya kemampuan kognitif(Sigmund Freud). Hal ini dapat mentransform apa yang dipelajarinya atau menggabung-gabung situasi yang telah dialaminya.
Remaja masih perlu bimbingan dari orang terdekat, guru, orang tua, dan lingkungan sangat berpengaruh dalam mempersiapkan remaja agar jadi orang yang baik, profesional, yang dibekali dengan ibadah, akhidah, akhlak yang mulia(Dr Mukhtar, M.pd). Dalam keseharian, kita harus berhati-hati dalam lingkungan pergaulan. Tetapi kita jangan memfobia diri dari pergaulan karena takut akan narkoba, kita hanya harus respect dalam pergaulan yang mengarah kepada masuknya narkoba.

Selengkapnya...

Label: 4 komentar | edit post
elix aje

Meskipun ada banyak waria dan Gay di Indonesia, pada dasarnya hal itu tetap dianggap sebagai perilaku yang menyimpang. Dengan kata lain Waria dan Gay adalah sosok yang kurang diterima di masyarakat, karena dianggap menyalahi kodrat. Bahkan ada yang menganggap waria sebagai penyakit dalam masyarakat.
Memang, bisa jadi waria dan gay identik dengan kelainan sifat yang dimiliki seorang manusia. Hal itu bisa dilihat dari sifat seorang laki- laki yang berdandan seperti perempuan. Dengan pakaian, cara berjalan dan gaya bicara yang meniru perempun. Selain itu juga perilaku menyimpang seorang Gay yang lebih menyukai sesama pria.
Tetapi, kita juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan sosok waria dan gay tersebut, yang mungkin hai itu dikarenakan adanya suatu kondisi psikis yang membuatnya mempunyai kelainan seperti itu. Waria dan gay juga manusia biasa yang belum tentu bersifat seperti itu dari kecil. Ada yang mulai menunjukkan sifat kewanitaan dan suka sesama pria justru ketika ia menginjak dewasa.
Meskipun demikian, Waria dan Gay juga berusaha dan ingin untuk bisa sepenuhnya diterima di masyarakat. Bahkan saat ini para waria dan gay sudah membentuk komunitas sendiri seperti yang sering kita dengar. Ikatan Waria Malang (IWAMA) dan Ikatan Gay Malang (IGAMA) adalah 2 contoh komunitas yang ingin diakui keberadaannya dalam masyarakat.
Ada yang mungkin menganggap hal itu suatu kelainan yang tidak pantas untuk dipublikasikan kepada masyarakat dengan adanya ikatan- ikatan tersebut. Karena dianggap justru memberikan kebebasan bagi para waria atau gay untuk tumbuh dan berkembang dalam masyarakat modern yang memegang teguh prinsip agama.
Tetapi, kalau demikian dikhawatirkan para waria dan gay berfikiran masyarakat mengucilkan dan tidak menganggap keberadaan mereka sebagai sesama manusia biasa dan mematikan kreativitas mereka yang nantinya justru akan menjadi pro dan kontra antara waria atau gay dengan masyarakat umum.
Ada pula yang berpandangan bahwa waria dan gay adalah manusia yang juga layak untuk mendapat dukungan akan keberadaannya dan diakui ke- eksisannya di masyarakat luas. Dengan begitu bisa mengurangi masalah sosial dalam masyarakat.
Namun bagaimanapun juga waria dan gay adalah manusia biasa yang juga memiliki tingkat kestabilan jiwa yang statis. Ada gay yang rela mengeluarkan biaya yang tidak bisa dibilang murah untuk mendapatkan pengakuan atas hubungannya dengan sesama prianya. Mereka menikah diluar negeri karena memang disana sudah ada pengakuan terhadap kaum Gay. Bahkan ada juga waria dan gay yang menjadi ”pramu nikmat” dipinggir- pinggir jalan.
Penulis akui bahwa tak sedikit kaum waria dan gay yang melakukan tindak kriminal dengan membunuh atau merampok teman kencannya. Namun diluar itu juga harus kita akui bahwa tidak semua waria dan gay mempunyai kelakuan yang sama seperti itu. Waria dan Gay masih memiliki sekitar 45% sifat alamiahnya sebagai seorang pria yang kadang muncul pada saat- saat tertentu. Seperti pada saat cemas, tertekan atau bahaya yang mengancam, sifat alamiah tersebut akan muncul sebagai kemampuan untuk melindungi diri sendiri (self diven). Kita juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan para waria dan gay yang berprofesi sebagai ”penjaja malam” tersebut.
Toh para orang- orang yang menjadi konsumen atau pelanggan waria dan gay juga menikmatinya. Kita tidak bisa memvonis pekerjaan mereka sebagai pekerjaan kotor dan merugikan masyarakat. Mereka- mereka tetap ada dikarenakan masih ada orang- orang yang mau dengan mereka. Jika saja tidak lagi ada yang mau jadi pelanggan mereka, mungkin tidak akan ada lagi mereka- mereka para waria dan gay yang senantiasa memajang dirinya di lampu- lampu merah, tempat- tempat mangkal dan lainnya.
Sesungguhnya jika kita sama- sama menyadari arti dari penyakit masyarakat yang sebenarnya, kita tidak akan dengan mudah menghakimi seseorang dengan semua kekurangan- kekurangan yang dimilikinya. Kita juga harus menghargai kebebasan- kebebasan yang dimiliki oleh orang lain. Semua orang menginginkan kebebasan meski terbatas adanya. Tidak ada satupun hukum yang menyebutkan bahwa manusia berhak untuk membatasi ruang gerak yang dimiliki oleh orang lain kecuali oleh dan karena hukum dan norma. Seperti halnya para waria ”MERLYN” yang bisa dengan babas mengekspresikan diri lewat karyanya dalam sebuah buku. Selain itu juga para waria dan gay yang ikut ambil bagian dalam peragaan busana dan kontes waria yang sempat mendapat kecaman dan protes keras di Indonesia.
Kecuali itu semua, masih banyak karya- karya serta partisipasi kaum waria yang layak untuk kita akui. Selama para waria dan gay menghormati dan menghargai hak- hak kita, kita juga memiliki kwajiban untuk menghormati serta menghargai hak- hak mereka. Mereka mempunyai hak, kwajiban dan kedudukan yang sama dengan kita meski mereka memiliki sifat, tingkah serta perilaku yang jelas- jelas berbeda dengan kita. Bagaimanapun kita harus bisa mengakui keberadaan mereka.
Maka dari ini dalam posisi dan situasi apapun kita harus berusaha untuk menempatkan diri dalam kehidupan sehari- hari. Selain itu juga kita harus mengambil segi positif.
Selengkapnya...

Label: 6 komentar | edit post
elix aje

SINOPSIS

Film ini menceritakan anak muda yang bernmama Edward dan sehari-harinya membantu oaring tuanya disebuah mebel. Dalam parjalanan pulang sehabis membantu orang tuanya ia betemu dengan seorang kakek tukang sihir, tiba-tiba kakek tersebut melihatkan beberapa trik ilusi setelah itu kakek tersebut lenyap begitu saja. Ketika tiba dirumah iapun berlatih beberapa ilusi dan ia bisa melakukakanya.
Suatu hari Edward bertemu dengan seorang gadis (Sophie) dan keduanya pun saling jatuh cinta. Keduanya sering bertemu disuatu tempat yang ia lakukan untuk belajar trik ilusi, Sophie adalah puteri kerajaan akhinya Sophie di cari oleh beberapa pasukan kerajaan untuk pulang.
Yang terjadi selanjutnya menjadi sebuah misteri, Edward dengan penuh keyakinan menjelajah dunia dan mulai memperagakan sihirnya di tempat umum Dia pun mengganti namanya menjadi Eisenheim dan 15 tahun kemudian dia bertualang di Vienna. Di kota itu dia bertemu dengan seorang pangeran yang ingin menguasai kota itu. Eisenheim diberitahu oleh temannya kalau sang pangeran berperilaku kasar pada tiap wanita yang dikencaninya. Suatu hari ia diundang sang pangeran ke istana untuk mempertunjukkan kebolehannya, Dan ia disambut baik oleh pejabat kerajaan. Para pejabat sangat menyukai pertunjukannya, tetapi disisi lain sang pangeran tidak menyukainya dan menganggap semua itu bohong.
Lalu pangeran mengutus teman dekatnya yang menjabat kepal inspektur kepolisian untuk menyelidiki dan menutup usahanya. Suatu hari mata-mata yang diutus pangeran mengetahui hubungan antara Eisen dan Sophie, sang mata-mata pun melaporkan hal itu pada pangeran
Suatu ketika pangeran bertemu dengan Sophie lalu mereka bertengkar dan Sophie pun berlari ke kandang kuda Tapi sang pangeran mengejarnya, entah kenapa tiba-tiba sang pangeran menemukan Sophie tergeletak bersimbah darah. Keesokan harinya Eisen mengadakan pertunjukan dan mendatangkan roh orang yang sudah meninggal yang berwujud Sophie. Eisen pun bertanya pada Sophie oleh sebab apa dia meninggal, Sophie pun menjawab kalau dia telah dibunuh oleh seseorang yang ada disini. Tiba-tiba kepolisian datang dan bermaksud membawa Eisen, namun dia lenyap begitu saja. Kemudian kepala kepolisian yang tidak lain adalah sahabat pangeran menemukan sebuah kalung dan permata di kandang kuda. Dia tahu kalau permata itu bagian dari pedang pangeran. Dia pun pergi menemui kaisar, ayahanda sang pangeran memberitahu bahwa sang pangeran ingin merebut tahta dan yang membunuh Sophie. Namun yang sebenarnya terjadi adalah Sophie tidak mati terbunuh dan dia hidup bersama Eisen di suatu desa yang jauh.

Kekuatan Cerita dari film ini adalah adanya trik-trik ilusi yang digunakan pada film ini sangat memukau dalam artian trik itu meskipun mustahil untuk dilakukan namun sepertinya sang ilusionis mampu untuk melakukannya.

Karakter dan Watak aktor yang ada di film ini sangat kentara sekali, dalam artian sang aktor sangat mahir dalam melakukan trik-trik ilusi seperti layaknya ilusionis sejati, demikian pula dengan penjiwaan perannya.

Tekstur yang mendukung seperti, kostum, make up dan musik cocok dengan setting film yang berada pada abad 18 yang menggunakan kostum dan setting kerajaan Eropa.

Berdasarkan pendekatan komunikasi, pesan yang disampaikan dalam pilem ini adalah jangan percaya dengan apa yang anda lihat karena kadang-kadang semua itu hanya ilusi belaka.
Selengkapnya...

Label: 0 komentar | edit post